Tampilkan postingan dengan label diets. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diets. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

Gula Meningkatkan Risiko Keputihan?

KOMPAS.com - Konsumsi gula tidak membawa masalah, asalkan kita tahu takaran dan paham efek sampingnya jika diasup secara berlebihan. Namun benarkah terlalu banyak gula menyebabkan keputihan?

Jamur Candida albicans dapat tumbuh semakin subur di vagina, jika asupan gula kita "overdosis". Demikian pernyataan dari The Department of Health and Human Services di Amerika Serikat. "Makanan alami jamur adalah gula," kata dokter spesialis kesehatan wanita, Christiane Northrup, MD.

Wendy S. Biggs, asisten profesor bidang kesehatan keluarga Michigan State University College of Human Medicine, memaparkan lebih lanjut. Menurutnya, risiko infeksi akan semakin meningkat pada wanita obesitas dan pra-diabetes. Sebab, tubuh mereka tak mampu meregulasi gula dengan baik, sehingga menumpuk di vagina. Pendapat senada dikemukakan dr UF Bagazi, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan dari Brawijaya Women & Children Hospital. Ia juga menuturkan bahwa wanita hamil dengan diabetes (baik tipe 1 atau 2), juga rentan infeksi.

Kesimpulannya: Sudah selayaknya gula dihindari. "Begitu konsumsi gula dikurangi, otomatis pertumbuhan jamur akan berkurang," kata Northrup yakin. Lebih jauh, dr UF menganjurkan kita untuk makan seimbang dan berolahraga, supaya asupan glukosa dan produksi insulin seimbang. Jika kita punya riwayat diabetes dalam keluarga, sebaiknya periksa kadar glukosa rutin. Plus, hindari konsumsi antibiotik dan mencuci vagina dengan pencuci yang mengandung obat-obatan, kecuali atas petunjuk dokter.

3 Buah Penyebab Keputihan

KOMPAS.com - Keputihan (vaginal candidiasis) atau infeksi di bagian kewanitaan utamanya disebabkan jamur candida, selain juga oleh bakteri. Jamur yang tumbuh di vagina secara berlebihan ini dipicu beberapa faktor di antaranya asupan makanan. Konsumsi makanan berkadar gula tinggi menjadi faktor risiko munculnya keputihan. Contohnya donat, permen, serta makanan manis lainnya yang dikonsumsi berlebihan.

Dikatakan juga oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Budi Iman Santoso, SpOG (K), terdapat tiga buah yang menyebabkan keputihan jika dikonsumsi berlebihan, yakni nenas, bengkoang, dan mentimun.

"Jika makanan ini dikonsumsi tidak berlebihan dan makan makanan dengan menu seimbang, tentunya tak lantas menyebabkan keputihan. Bukan berarti jenis makanan ini tak boleh dikonsumsi," kata dr Budi, di sela kegiatan Healthy Chit Chat dari Pfizer Woman Care di Jakarta, Sabtu (21/8/2010) lalu.

Mengurangi makanan yang memicu risiko keputihan menjadi salah satu cara mencegah penyebaran jamur di vagina. Cara lain yang bisa dilakukan perempuan adalah dengan menjaga kebersihan tubuh terutama organ intim.

"Seringkali kulit pada lipatan paha berbeda warna, karena basah, tertutup dan tidak pernah dibersihkan dengan baik, selain juga karena menggunakan pampers atau panty liner. Hal ini mendorong timbulnya jamur," papar dr Budi.

Menurut dr Budi, perempuan perlu lebih peduli mengenai kebersihan area vaginanya untuk mencegah keputihan. Bagaimanapun, salah satu penyakit yang paling umum diderita perempuan ini memiliki risiko dan tidak bisa dianggap sepele. Memiliki vagina yang sehat tentunya akan menghindarkan perempuan dari berbagai risiko penyakit seputar area kelamin.

Selain karena faktor makanan, ada hal-hal lain yang bisa menyebabkan keputihan, yaitu seperti terlalu sering menggunakan obat antibiotika, kontrasepsi oral terutama pil, atau menggunakan celana ketat berbahan nilon.
Sumber: kompas.com